Langsung ke konten utama

Kehidupan Impian

Hari libur di kota wisata, sudah tentu aku tidak akan pergi kemanapun. Karena jalanan dan mall besar pasti ramai. Belum lagi godaan Year End Sale yang penuh dengan barang lucu semi-berguna. Tidak. Dompetku sudah tidak ada isinya lagi. Jadilah aku seharian hanya diam di kos, menikmati tayangan-tayangan di berbagai aplikasi, bertukar kabar dengan keluarga, dan tentu saja: memasak!
Menu hari ini adalah French Toast dan Spaghetti Bolognese. Pas sekali semalam aku baru membeli roti, dan aku memiliki stok telur. Jadilah aku mencoba memasaknya. Aku mengetahui menu ini sejak menonton Coffee Friends, dan demi apapun, aku berhasil dibuat ngiler. Tadinya aku lupa, sampai aku menemukan resepnya di channel Youtube “One Meal A Day”. Saat aku mencobanya tadi siang, astaga, enak sekali TT rasa roti dan telur yang asin-manis membuatku terlena. Sumpah, enak TT Aku jadi ingin sungkem kepada penemu resep ini TT Cocok dinikmati dengan kopi atau susu di pagi hari, atau sekedar snack time.
Lalu malamnya, aku membuat spaghetti. Karena temanku juga belum makan, jadilah aku emmasak lebih. Sausnya sebenarnya saus kemasan itu, hanya kumasak ulang dengan tambahan bawang bombay, sosis, dan cabai. Saat memasak, aku tidak sempat mencicipi, jadi tidak tahu rasanya. Baru kucoba saat sudah dicampur dengan mi-nya. Dan waw, enak juga ^^ tidak terlalu asin, ada sedikit pedas, dan bawang bombay-nya menimbulkan rasa crunchy saat dikunyah. Aku suka ><
Terus terang, salah satu alasan aku nyaman tinggal di kos adalah karena aku bisa leluasa memasak, dengan caraku, dengan menuku, dan dengan takaranku (tidak berlebihan seperti di rumah). Orang lain mengira aku tidak pandai masak. Yah, tidak jika menunya menu tradisional yang membutuhkan bumbu lebih rumit. Tapi untuk masakan sederhana, aku bisa, kok 😊 Dan bagaimanapun hasil masakanku, aku akan suka, karena aku tahu betul prosesnya.
Memikirkan ini membuatku berkhayal, bagaimana jika aku membuka sebuah kafe mini? Konsepnya sederhana, karena menonjolkan kenyamanan. Insipirasi tentu dari kafe-kafe Korea sana, namun dapat memberikan kesan hangat. Bayanganku adalah, dengan ruko dua lantai, cat putih, perabotan klasik dan kayu, desain sederhana dengan gambar-gambar karya teman-teman. Menunya juga sederhana, menu-menu sehat, musik menenangkan yang cocok untuk sekedar duduk, membaca, menikmati sekitar, atau mengerjakan tugas. Kemudian di lantai dua, akan ada rental buku, dengan sofa-sofa nyaman. Pengunjung bebas membaca buku apapun, berapa lamapun. Inginku, aku tidak menarik banyak untung dari ide ini. Karena aku hanya ingin berbagi kenyamanan dan kehangatan. Agar setidaknya, tempatku bisa menjadi “rumah” bagi para pengunjungku.
      Bahkan jika aku belum bisa memiliki impianku itupun, aku membayangkan bisa menikmati kehidupanku di rumah kecil atau apartemenku nanti. Bekerja, menikmati waktu di akhir pekan, memasak makananku sendiri, memelihara kucing, merawat tanaman. Kukira akan menyenangkan, sehingga aku tidak lagi memusingkan sekitar. Sehingga, ketika aku merasa dikejar waktu selama bekerja, aku bisa menikmati kehidupan “lambat”ku di rumah. Ah.. rasanya indah sekali.