Postingan

[Sharing] Being Quiet in the Noisy World

Bagiku, dunia ini selalu berisik. Ada begitu banyak standar yang ditetapkan untuk bisa memiliki "'kehidupan impian". Sukses berarti banyak uang, rumah mewah, selalu tampil dengan busana bermerek. Cantik berarti tinggi semampai, berkulit putih, mulus, tanpa cacat. Jika semua standar ini memang berlaku, lantas, bagaimana dengan makhluk yang diciptakan sebaliknya oleh Dia? Beberapa hari terakhir, aku semakin malas membuka akun sosial media. Followingku semakin berkurang. Menyisakan beberapa akun teman yang benar-benar kukenal, satu-dua public figure yang tidak terlalu sering posting, dan banyak akun penyedia informasi. Online shop? Ada satu-dua. Itupun karena mereka hanya bukalapak di situ. Karena jika mereka memiliki marketplace lain atau website, sudah ku-unfollow. Capek bok. Nafsu pengen terus konsumtif, padahal tabungan sudah habis. Aku ingin mencoba berhenti "memanjakan" mata orang lain. Ingin berhenti menuruti segala tetek bengek standar yang entah ditentuk…

Let's Move!

Tenang.. ini bukan iklan susu. Karena aku memang mau cerita tentang kepindahanku. So let's get start it! Sejak awal kuliah, aku embali masuk pesantren. Lokasinya cukup dekat. Sekitar 2 km dari kampus. Dan aku ngontel. Setiap hari. Karena nggabisa dan ngga mau belajar pakai motor. Aku juga terlalu malas mengurur segala tetek bengeknya kalau harus bawa jauh-jauh dari Surabaya ke Jogja. Tinggalnya aku di pesantren bukan asal ngikut saja. Ada banyak pertimbangan: 1. Aku belum tahu sama sekali Jogja itu akan seperti apa. Enam tahun tinggal di pesantren membuatku kurang update tentang dunia luar. Lalu wali kelasku menyarankan untuk tinggal di pesantren sementara. Setidaknya barang 1-2 semester. Kebetulan di pesantren yang kutinggali ada senior selama SMA, jadi aku tidak sendiri. Dua temanku juga memutuskan hal yang sama. 2. Kalau aku langsung tinggal di kos, aku belum tahu standar seperti apa yang kubutuhkan, termasuk range harganya.  3. Enam tahun hidup bersama teman, tiba-tiba hidup …

Hi!

Haai.. OMG it's very long long time since I write here. There's a lot of story that I didn't share to. Sejak kuliah, kuakui aku mulai jarang menlis, jarang baca buku. All I do is just scroll my phone. Nggak sehat. Sama sekali. Sejak itu aku merasa otakku buntu sekali. Mau menulis di buku malasnya minta ampun. Baaanyyak sekali alasan. Capek, sibuk, malas. Jadi jurnal harianku mentok. Hanya lanjut beberapa lembar yang menulisnya sebulan sekali, dua minggu sekali. Ada banyak perkembangan yang terjadi, salah satunya aku mulai menata apa yang ingin kulakukan di masa depan. It's been a year since I built my own shop. Online, of course. Awalnya sesederhana jualan pulsa. Lalu beranjak jualan jilbab, ciput rajut, dan jadi reseller salah satu brand lokal yang ownernya ternyata alumni DU (dunia sempit sekali). dari sini aku mulai merenung. Ah iya, aku kan selama ini cukup kesulitan setiap kali mau beli baju. entah model, warna, atau ukuran, pasti ada yang kurang pas. Lantas aku …

[Sharing] Makna di Balik Sebuah Lagu

Gambar
Selamat pagi anak 90-an...
Ngga tau kenapa, pagi ini pas buka Youtube jadi buka lagu2 yang sempat hits di awal 2000. Di ingatanku, satu momen yang paling diingat adalah film Petualangan Sherina. Aku sampai koleksi kaset film dan lagunya. Bahkan hafal setiap inchi adegan dan baris dialognya! Aku juga koleksi "Sherina's Style" seperti jumpsuit jeans yang sering dipakai di film.
Dari sekian banyak lagu yang ada di film, aku paling suka lagu "Lihatlah Lebih Dekat". Dulu sih suka karena nadanya enak. Tapi ketika sekarang coba dengarkan lagi, aku baru sadar itu liriknya dalem banget.
Lagu ini muncul ketika Sherina menolak pindah dari Jakarta ke Bandung karena takut ninggalin teman2nya, takut ngga bakal ketemu teman seperti temannya di Jakarta, dan takut akan perubahan suasana.
Sekilas hampir mirip dengan kondisi kita bukan? Kita takut melangkah. Kita takut mencoba hal batu. Kita takut keluar dari comfort zone. Takut kalau kita akan gagal. Takut kita tidak bisa menda…

[Self Reminder] Kecanduan Gadget

Halo teman-teman.. Lama ya ngga nulis? Sekarang aku sudah masuk kuliah lagi. Balik ke rutinitas awal lagi. Kuliah, pulang, ngaji. Sebenarnya udah lamaa pengen nulis. Kepala sampai pusing karena terlalu banyak yang harus ditumpahin. Tapi males banget buat sekedar buka laptop. Mau nulis di hp, ngga nyaman. Nulis manual, males luar biasa. Hmm.. dasar manusia. Baru ini bisa dan mau nulis. Pas lagi buka laptop (karena ada tugas), ngga terlalu ngantuk, dan ada bahan, hehe.. Kali ini, aku pengen sharing saja sih. Hasil diskusi tadi selama di kelas. Mengeluarkan unek-unek. Berpendapat. Beropini. You name it-lah. Tentang perkembangan teknologi, khususnya gadget, lebih khusus lagi smartphone. Teman-teman generasi 80-90an ini, aku yakin sudah pada punya smartphone. Bahkan mungkin bapak-bapak dan ibu-ibu juga ada yang punya. Terus terang, sejak smartphone semakin mendunia, menyebar hingga lapisan masyarakat menengah ke bawah, hidup itu terasa jauuuhh lebih mudah. Mau apa-apa tinggal klik saja. C…

Jalan-Jalan Di Jogja (Edisi Pasar Kangen)

Gambar
Ciluk ba ^^ Halo teman-teman.. jadi ceritanya, selama Kamis-Jumat kemarin aku “main” ke Jogja. Ada sedikit urusan sih di kampus. Niatku juga Cuma sehari. Tapi ternyata berkasku nggak bisa langsung jadi. Jadi harus stay dua hari di sana. Berangkat Kamis pagi, aku sampai di kampus jam 2 kurang. Hujan bok. Sepanjang jalan dari Surabaya sampe Jogja mendung-mendung-gerimis gitu. Kereta yang udah adem kena AC jadi makin adem. Brr..
Kedatanganku di Jogja bisa dibilang nice timing, karena di Jogja sendiri lagi ada Pasar Kangen. Jadi semacam nostalgia kuliner Jogja gitu. Lokasinya di Taman Budaya Yogyakarta, belakang Taman Pintar/Pasar Beringharjo. Aku datengnya kepagian sih. Jam 10-an gitu. Penjualnya masih belum banyak. Maklum sih, kan Jumat. Mungkin pada sekalian habis Jumatan atau agak sorean gitu kali. 


Seperti biasa, aku muterin dulu setiap jengkalnya. Scanning dulu, ada apa saja di sana. Banyak yang namanya masih asing. Seperti lempeng, es gandul, mi pentil. Banyak sih. Tapi karena aku …

[REVIEW] Benton Snail Bee High Content Essence dan Steam Cream

Gambar
Halo teman-teman.. akhirnya bisa nge-blog lagi, hehe.. Belakangan ini keasyikan ngurusin online shop, jadi pas mau nulis udah terlanjur males dan capek. Anyway, selama hampir seminggu ini aku juga lagi nyoba pakai produknya Benton, yang Snail Bee High Content Essence sama Steam Cream-nya. Karena yang fullsize terlalu mahal –takut nggak cocok juga-, aku coba cari yang trial size-nya. Alhamdulillah ketemu di @kcutieshop (instagram.com/kcutieshop). Sama seperti @Fridayseoul, dia juga jual korean skincare-makeup gitu, cuma @kcutieshop juga nyediain trial size-sample size di brand-brand yang jarang banget ada seperti Benton. Sebenarnya kalau mau beli sepaket bisa lebih murah, ada toner, skin, lotion, essence, sama steam cream. Tapi aku pilih essence sama steam creamnya aja.


Aku pakainya tiap pagi sama malam. Serum Wardahnya sementara aku singkirin. Pagi pakai essence tiap habis mandi, malamnya pakai essence trus steam cream.  Baru pemakaian pertama (aku pakai pas malam waktu itu), paginya …