Postingan

[STORY] My Acne Story

Aku lupa kapan tepatnya aku mulai jerawatan. SD sih yang jelas. Waktu itu, aku iseng cobain facial foam punya ibu haha.. Gila kan? Masih kecil, juga!  Since then, my life changes. Nggak terhitung berapa banyak hari buruk yang kulalui dengan ejekan "jerawatan". Itu bikin aku stres, dan yah, tentu saja jerawat semakin menjadi. Aku belum mengenal skincare, tapi malah memperkenalkan kulit dengan bb-dd cream. Pola hidup, caring, dan makanku selama remaja sangat amat buruk. Tidak double cleansing meski menggunakan makeup, sempat menggunakan scrub sebagai cuci muka selama beberapa hari, terlalu sering cuci muka, hingga memakan apapun tanpa menyaring apakah itu baik untukku atau tidak. Wah.. dosaku banyak banget sama kulitku >.<
Masuk kuliah, dengan lingkungan baru, kebiasaanku masih sama. Tabiatku baru mulai berubah di tahun kedua. Aku mulai mengenal skincare, mulai berusaha menjaga pola makan, belajar dari nol bagaimana upaya merawat diri. Special thanks to @gitasav, @verdi…

[STORY] Semua Berawal Dari Drama

Sejak lulus SMA, aku mulai suka drama. Yah, aku terserang "Song Joong Ki's Syndrome" dari DOTS. Sejak itulah aku mulai mengikuti berbagai drama. Tertatih-tatih belajar dimana harus download, mencaritahu OST, memelototi setiap pemeran agar tidak tertukar, hingga menghafal hangeul. Aku juga memperhatikan style fashion dan beauty-nya. Yang pertama membuatku tertarik tentu saja BB Cushion dan lipstik twotone-nya. Itu hal baru untukku. Tapi begitu aku tahu harganya, aku menyerah T_T Ketika aku kuliah, aku mulai mengenal beberapa produk skincare Korea. Dengan klaim sebagai pembersih muka untuk kulit berjerawat, akhirnya aku memberanikan diri membeli skincare pertamaku: facial wash dari line Innisfree Bija. Tentu saja klaimnya tidak berhasil! Saat itu kan aku buta total tentang skincare. Setiap hari aku menggunakan makeup, tapi hanya menggunakan facial wash sebagai pembersih. Jelas gagal dong! Beberapa lama setelahnya, aku kembali mencoba: COSRX BHA A-Sol, acne patch, dan Pimp…

[REVIEW] Pertama Kali Belanja Di Sociolla

Gambar
Hi everyone! Jadi beberapa bulan terakhir ini aku mulai pakai beberapa produk Korean skincare. Ceritanya panjang. Dan rencananya bakal kubuat post khusus untuk ini, insyaallah. Nah, beberapa waktu lalu, COSRX, salah satu brand skincare Korea, resmi masuk di Indonesia, didistribusikan oleh Sociolla dan Watsons. Nah, kebetulan bulan ini, lagi ada diskon 25% untuk beberapa produk favorit. Awalnya aku sudah menahan diri untuk tidak tergoda, tapi dengan pertimbangan gaji sudah turun, harga setelah diskon yang sangat murah, aku juga ada voucher belanja di Sociolla, dan stok cleanser semakin tipis, jadilah aku belanja T_T Tertanggal 26/7/18, aku order 2pcs COSRX Low pH Good Morning Gel Cleanser dan 2set COSRX Kit (set cleanser, pads toner, dan sheetmask). Aku langsung bayar hari itu juga, dan langsung konfirmasi (ada link untuk konfirmasinya, cek di email ya). Besoknya, 27/7/18, aku lihat di akun Soco, status order sudah "shipped". Tapi tidak ada keterangan lagi terkait nomor resi…

[Sharing] Being Quiet in the Noisy World

Bagiku, dunia ini selalu berisik. Ada begitu banyak standar yang ditetapkan untuk bisa memiliki "'kehidupan impian". Sukses berarti banyak uang, rumah mewah, selalu tampil dengan busana bermerek. Cantik berarti tinggi semampai, berkulit putih, mulus, tanpa cacat. Jika semua standar ini memang berlaku, lantas, bagaimana dengan makhluk yang diciptakan sebaliknya oleh Dia? Beberapa hari terakhir, aku semakin malas membuka akun sosial media. Followingku semakin berkurang. Menyisakan beberapa akun teman yang benar-benar kukenal, satu-dua public figure yang tidak terlalu sering posting, dan banyak akun penyedia informasi. Online shop? Ada satu-dua. Itupun karena mereka hanya bukalapak di situ. Karena jika mereka memiliki marketplace lain atau website, sudah ku-unfollow. Capek bok. Nafsu pengen terus konsumtif, padahal tabungan sudah habis. Aku ingin mencoba berhenti "memanjakan" mata orang lain. Ingin berhenti menuruti segala tetek bengek standar yang entah ditentuk…

Let's Move!

Tenang.. ini bukan iklan susu. Karena aku memang mau cerita tentang kepindahanku. So let's get start it! Sejak awal kuliah, aku embali masuk pesantren. Lokasinya cukup dekat. Sekitar 2 km dari kampus. Dan aku ngontel. Setiap hari. Karena nggabisa dan ngga mau belajar pakai motor. Aku juga terlalu malas mengurur segala tetek bengeknya kalau harus bawa jauh-jauh dari Surabaya ke Jogja. Tinggalnya aku di pesantren bukan asal ngikut saja. Ada banyak pertimbangan: 1. Aku belum tahu sama sekali Jogja itu akan seperti apa. Enam tahun tinggal di pesantren membuatku kurang update tentang dunia luar. Lalu wali kelasku menyarankan untuk tinggal di pesantren sementara. Setidaknya barang 1-2 semester. Kebetulan di pesantren yang kutinggali ada senior selama SMA, jadi aku tidak sendiri. Dua temanku juga memutuskan hal yang sama. 2. Kalau aku langsung tinggal di kos, aku belum tahu standar seperti apa yang kubutuhkan, termasuk range harganya.  3. Enam tahun hidup bersama teman, tiba-tiba hidup …

Hi!

Haai.. OMG it's very long long time since I write here. There's a lot of story that I didn't share to. Sejak kuliah, kuakui aku mulai jarang menlis, jarang baca buku. All I do is just scroll my phone. Nggak sehat. Sama sekali. Sejak itu aku merasa otakku buntu sekali. Mau menulis di buku malasnya minta ampun. Baaanyyak sekali alasan. Capek, sibuk, malas. Jadi jurnal harianku mentok. Hanya lanjut beberapa lembar yang menulisnya sebulan sekali, dua minggu sekali. Ada banyak perkembangan yang terjadi, salah satunya aku mulai menata apa yang ingin kulakukan di masa depan. It's been a year since I built my own shop. Online, of course. Awalnya sesederhana jualan pulsa. Lalu beranjak jualan jilbab, ciput rajut, dan jadi reseller salah satu brand lokal yang ownernya ternyata alumni DU (dunia sempit sekali). dari sini aku mulai merenung. Ah iya, aku kan selama ini cukup kesulitan setiap kali mau beli baju. entah model, warna, atau ukuran, pasti ada yang kurang pas. Lantas aku …

[Sharing] Makna di Balik Sebuah Lagu

Gambar
Selamat pagi anak 90-an...
Ngga tau kenapa, pagi ini pas buka Youtube jadi buka lagu2 yang sempat hits di awal 2000. Di ingatanku, satu momen yang paling diingat adalah film Petualangan Sherina. Aku sampai koleksi kaset film dan lagunya. Bahkan hafal setiap inchi adegan dan baris dialognya! Aku juga koleksi "Sherina's Style" seperti jumpsuit jeans yang sering dipakai di film.
Dari sekian banyak lagu yang ada di film, aku paling suka lagu "Lihatlah Lebih Dekat". Dulu sih suka karena nadanya enak. Tapi ketika sekarang coba dengarkan lagi, aku baru sadar itu liriknya dalem banget.
Lagu ini muncul ketika Sherina menolak pindah dari Jakarta ke Bandung karena takut ninggalin teman2nya, takut ngga bakal ketemu teman seperti temannya di Jakarta, dan takut akan perubahan suasana.
Sekilas hampir mirip dengan kondisi kita bukan? Kita takut melangkah. Kita takut mencoba hal batu. Kita takut keluar dari comfort zone. Takut kalau kita akan gagal. Takut kita tidak bisa menda…